
Revolusi Digital: MIN 2 Sarolangun Luncurkan Aplikasi Ujian Anti-AI, Celah Mencontek Resmi Tertutup!
SAROLANGUN � Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Sarolangun memulai babak baru dalam sejarah evaluasi pendidikan di Kabupaten Sarolangun. Mulai hari ini, Senin (4/5/2026), madrasah ini menggelar Ujian Akhir Madrasah Tahun Pelajaran 2025/2026 dengan sistem digital yang diklaim mustahil untuk dicurangi.

Redaksi Foto: Suasana khidmat di salah satu ruang kelas MIN 2 Sarolangun saat hari pertama Ujian Akhir. Tampak para siswa fokus menghadap perangkat Android masing-masing dengan pengawasan ketat.
Pelaksanaan ujian ini dijadwalkan berlangsung selama enam hari ke depan, yakni mulai tanggal 4 hingga 9 Mei 2026. Namun, yang menjadi sorotan utama bukanlah durasi ujiannya, melainkan teknologi yang digunakan.
Keamanan "Iron Clad": Anti-Pindah Aplikasi & Anti-AI
Kepala Madrasah MIN 2 Sarolangun menjelaskan bahwa pihaknya tidak lagi menggunakan metode ujian berbasis kertas maupun aplikasi browser biasa. Madrasah ini bermigrasi penuh ke aplikasi Android khusus yang memiliki sistem keamanan berlapis.
"Aplikasi ini didesain agar siswa tidak punya celah sedikitpun. Begitu masuk ke soal, layar akan terkunci. Mereka tidak bisa membuka Google, tidak bisa pindah ke WhatsApp, bahkan sistem kami secara otomatis memblokir akses ke alat bantu kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT dan sejenisnya," tegasnya saat memantau jalannya ujian.

Redaksi Foto: Tampilan antarmuka (interface) aplikasi ujian pada smartphone siswa. Terlihat peringatan sistem jika pengguna mencoba melakukan tindakan ilegal seperti screenshot atau meminimalkan aplikasi.
Mahakarya Internal: Bukti SDM Madrasah Unggul
Hal yang paling membanggakan adalah fakta bahwa aplikasi canggih ini merupakan produk orisinal. Perangkat lunak tersebut diciptakan dan dikembangkan langsung oleh salah seorang staf internal MIN 2 Sarolangun.
Langkah mandiri ini diambil untuk memastikan aplikasi benar-benar sesuai dengan kebutuhan madrasah tanpa harus bergantung pada vendor luar yang berbiaya mahal. Inovasi ini sekaligus membuktikan bahwa tenaga kependidikan di Sarolangun memiliki daya saing digital yang luar biasa.
Menjaga Marwah Kejujuran
Selama enam hari ke depan, integritas siswa benar-benar diuji. Jika siswa mencoba keluar dari aplikasi atau melakukan kecurangan teknis, sistem akan otomatis mengeluarkan (logout) siswa tersebut dan mereka harus melapor ke pengawas untuk mendapatkan akses kembali.
"Tujuannya bukan untuk mempersulit, tapi untuk mengembalikan marwah kejujuran dalam ujian. Kami ingin hasil yang keluar tanggal 9 Mei nanti adalah murni representasi kemampuan siswa kami," tutup Kepala Madrasah.
Laporan Oleh: Irwan Nurdian/MIN 2 Sarolangun
Kontak Media: [email protected]
Lokasi: Kec. Singkut, Kab. Sarolangun, Jambi.
|
176x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Sarolangun dan Sekitarnya
Memuat tanggal...